|
«
Kembali
::
KR ONLINE | JUMAT,
18 MEI 2007
Credit Union Beli Pesawat?
Pada setiap event Rapat Anggota Tahunan Badan Koordinasi Koperasi
Kredit Daerah Kalimantan (RAT BK3DK), contohnya di Samarinda tahun 2006 dan
di Palangkaraya April 2007 lalu, aktivis CU mencarter pesawat. Hampir
seratus orang biasanya naik 1 pesawat ketika menghadiri RAT BK3DK. Begitu
pula jika RAT di Kalimantan Barat, pesawatnya penuh oleh penumpang dari
Papua, Sulawesi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan,
Jawa Timur, NTT dan Jakarta.
Peristiwa naas hampir menimpa 80 lebih peserta RAT BK3DK yang akan kembali
ke Kalimantan Barat, Sulawesi dan Jakarta. Pada tanggal 21 April 2007 itu,
mereka menaiki pesawat Batavia. Dalam pesawat itu ada juga Drs. AR. Mecer
ketua BK3DK, Walikota Palangkaraya, Ir. Tuah Pahoe, Ketua Partai Golkar
Propinsi Kalteng dan jajaran pengurus CU se-Kalimantan Barat dan Sulawesi,
NTT dan Papua. Sejak awal, pesawat yang direncanakan berangkat pukul 14.40
WIT, di delay karena gangguan sistem hidrolik. Bahkan ada beberapa penumpang
ingin melihat secara langsung kerusakan itu namun tidak diizinkan oleh
petugas.
Meskipun dalam kondisi seperti itu, pesawat tetap saja diberangkatkan pukul
16.00 WIT menuju Jakarta. Tak ayal, jelaslah pesawatnya tidak kunjung naik
tinggi ke udara karena sistem hidroliknya rusak. Pesawat sudah berada di
udara sekitar 15 menit. Anehnya sudah cukup lama di udara dan tidak bisa
terbang dengan normal, awak pesawatnya terlambat menyampaikan pemberitahuan
kepada penumpang. Sebagian penumpang sudah mengetahui bahwa pesawat itu
tidak bisa terbang normal. Sudah cukup lama baru awak pesawat mengumumkan
secara resmi bahwa karena kerusakan sistem hidrolik, pesawat terpaksa
kembali ke Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah. Para penumpang diam
membisu bercampur cemas dan pasrah.
Pesawat akhirnya bisa mendarat dalam posisi hard landing. Kaca jendela,
dinding dan lampunya bergetar kuat. Masih untung, pesawat bisa mendarat
dengan baik. Banyak penumpang yang menangis dan ada yang bercanda menghibur
diri dan ada juga yang saking jengkelnya langsung mengontak para wartawan
agar maskapai penerbangan itu malu. Memang, kondisi pesawat itu sudah agak
buruk. Sadel mejanya sudah banyak yang rusak sehingga sulit dikatupkan. Ini
menunjukkan tuanya usia pesawat tersebut.
Tiba di ruang tunggu bandara, para aktivis CU itu masih banyak yang dalam
suasana tegang dan ada pula yang berseloroh. Yunita, aktivis CU Pancur Kasih
masih menangis terisak. "Andaikan pesawat ini jatuh dan banyak korban,
JALINAN BK3DK bisa tekor," seloroh beberapa penumpang. Bagaimana tidak,
ketika aktivis CU meninggal ia akan mendapat santunan senilai tabungannya
dari produk JALINAN BK3DK. Namun itulah untungnya ber-CU, karena sudah ada
yang menjaminnya.
Para peserta RAT BK3DK akhirnya terpaksa kembali ke Palangkaraya dan
diinapkan ke beberapa hotel oleh Batavia dan besok sorenya diberangkatkan ke
Banjarmasin. Akhirnya tanggal 23 April 2007 peserta diberangkatkan ke
Jakarta dari Banjarmasin untuk kemudian dilanjutkan ke Pontianak. "Mestinya
pihak Batavia mengganti semua kerugian yang diderita oleh para aktivis CU
ini," kata Maran, aktivis CU Pancur Kasih, ketika berdialog dengan pihak
manajemen Batavia. Namun upaya itu tidak digubris oleh pihak manajemen
Batavia Palangkaraya dan Banjarmasin. Ketika menginap di hotel di
Palangkaraya, tersiar di salah satu stasiun televisi bahwa ternyata maskapai
penerbangan komersial di Indonesia yang dianggap layak untuk ditumpangi
hanya 2 maskapai penerbangan. Selebihnya dinyatakan tidak layak. Diberitakan
juga bahwa pemerintah Amerika melarang warganya menumpang pesawat Indonesia
karena dianggap tidak layak.
Para penumpang kecewa, selain fasilitas dan makanan yang tidak memadai juga
di-delay-nya tiga orang penumpang dari Jakarta ke Pontianak karena
alasan pesawat penuh. "Pihak Batavia terkesan tidak bertanggung jawab," ujar
Agus, anggota CU Keling Kumang.
Wacana Beli Pesawat
Dulu pernah ada gagasan para aktivis CU yang tergabung dalam BK3DK untuk
membeli pesawat terbang komersial. Upaya itu bukan mimpi belaka. Dan tentu
jika rencana itu mau direalisasikan harus dimulai dengan mimpi-mimpi,
cita-cita yang direncanakan secara matang. "Memang dengan aset yang sebesar
kita miliki ini belum ada apa-apanya," kata AR. Mecer, ketua BK3DK. Menurut
Mecer, apa yang sudah kita miliki saat ini untuk membangun jalan tol saja
belum cukup. Para aktivis CU biasanya merencanakan sesuatu dimulai dengan
ide-ide sederhana dan biasanya bisa terwujud. Semoga.
Uju |
|