KR ONLINE TERBARU

04/04/2011
Perkebunan Sawit dengan Persoalannya
30/10/2009
Jubata Bera, Masyarakat Pedalaman Akan Merana
29/10/2009
PT BNM (Sinar Mas Grup) Rampas Hidup Masyarakat Silat Hulu
01/09/2009
Komnas HAM: Hentikan Aktivitas PT Ledo Lestari
11/06/2009
Dua Belas Tuntutan Aktivis Lingkungan Kalimantan Barat
20/02/2009
Mereka Meminta: Stop Perkebunan Sawit

DAFTAR ARTIKEL

Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
Tahun 2011
Jumlah tersedia: 41 artikel

« Kembali

:: KR ONLINE | JUMAT, 8 FEBRUARI 2008
Duta Lingkungan Hidup Kalbar Dituntut Aksi


Ada istilah NATO yang diplesetkan menjadi No Action Talk Only atau sering disebut orang dengan istilah “banyak bicara tanpa berbuat”. Begitulah gambaran Duta Lingkungan Hidup Propinsi Kalimantan Barat. Duta Lingkungan ini hasil dari perlombaan yang diadakan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Propinsi Kalbar. Perlombaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak terhadap lingkungan yang semakin rusak termasuk keberadaan hutan di Kalbar yang semakin punah padahal hutan merupakan sumber utama bagi kehidupan manusia bukan saja manfaat dari fisik hutan tersebut melainkan juga oksigen yang dikeluarkannya paling tidak mampu menahan arus pemanasan global dan berfungsi sangat penting bagi setiap nafas manusia.

Hutan heterogen yang ada di Kalbar sudah merupakan pemberian Tuhan yang sangat berarti bukan saja bagi orang Dayak di pedalaman melainkan juga bagi seluruh manusia yang berada di wilayah ini bahkan di seluruh dunia. Mungkin masih terngiang di telinga bahwa Kalimantan merupakan jantung dunia atau paru-paru dunia yang sering disebut dengan istilah Heart of Borneo namun kini sudah hancur dan perlahan-lahan akan musnah.

Keberadaan ajang lomba pemilihan Duta Lingkungan Hidup se-Kalimantan telah beberapa kali digelar namun sampai kini belum dicapai hasil yang maksimal dari tindak lanjut kemenangan para kandidat yang berkompetisi di ajang pemilihan tersebut. Apakah ajang tersebut hanya sebagai simbol belaka atau ada manfaat lain dibalik itu? Namun sampai kini belum jelas tugas dan fungsi para pemenang lomba Duta Lingkungan Hidup tersebut. Apa dan ke mana mereka harus berbuat, semua masih belum jelas dan seakan-akan lomba tersebut hanya sebagai sebuah ajang kesenangan saja.

Sangat disayangkan seharusnya mereka mengemban tugas untuk mengampanyekan anti perusakan hutan oleh perusahaan perkebunan dan sebagainya sehingga jelas manfaat dari kemenangan para Duta Lingkungan tersebut bagi keberadaan hutan dan masyarakat di Kalbar khususnya. Mungkin juga perlu kiranya Duta Lingkungan melalui Bapedalda terjun mengampanyekan penanaman hutan atau reboisasi di atas tanah-tanah yang tandus dengan peran serta masyarakat, jadi Duta Lingkungan bukan hanya sebagai ajang kreasi kaum muda-mudi belaka tetapi justru lebih dari itu dapat berbuat sesungguhnya untuk pelestarian lingkungan.

“Peran Duta Lingkungan Hidup Kalbar 2007 sangat dituntut untuk aktif dan terlibat secara langsung dalam upaya penyelamatan dan perbaikan fungsi lingkungan hidup yang lebih baik,” ujar Kepala Bapedalda Kalimantan Barat, Ir. Tri Budiarto di Hotel Kapuas Palace beberapa waktu lalu. Ia berharap keberadaan Duta Lingkungan tersebut bukan sekadar ajang lomba tetapi juga bagaimana duta terpilih dapat membuktikan kemampuannya bekerja sebagaimana yang telah diarahkan.

Masih banyak kekurangan memang dalam pemilihan tersebut karena ajang tersebut hanya menampilkan kemampuan penampilan baik intelektual dan juga logika bahkan sikap namun yang kurang diperhatikan dan dilakukan adalah aksi nyata di lapangan oleh para duta terpilih. Mungkin perlu diperhatikan oleh Bapedalda ke depan bagaimana para duta terpilih dapat mengajak peran serta semua pihak dalam proses-proses pelestarian lingkungan bukan sekadar simbol dan tentunya tidak lepas dari peran pemerintah.

Inilah para pemenang Duta Lingkungan Hidup Kalbar 2007; Dina Yuspita, berusia 24 tahun berasal dari Kabupaten Pontianak. Dina berhasil menyisihkan lawan-lawannya dalam final yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace Pontianak beberapa waktu lalu itu. Runner up 1 jatuh kepada Marsita Lita dari Singkawang dan runner up 2 jatuh kepada Dian Elisabeth dari Kabupaten Melawi.

Selamat kepada para pemenang dan semoga dapat melaksanakan tugas sebagai Duta Lingkungan yang nyata bagi masyarakat khususnya di Kalbar dan bukan sekadar simbol.

Tony Kusmiran