|
«
Kembali
::
KR ONLINE | JUMAT,
8 FEBRUARI 2008
Duta Lingkungan Hidup Kalbar Dituntut Aksi
Ada istilah NATO yang diplesetkan menjadi No Action Talk Only atau sering
disebut orang dengan istilah “banyak bicara tanpa berbuat”. Begitulah
gambaran Duta Lingkungan Hidup Propinsi Kalimantan Barat. Duta Lingkungan
ini hasil dari perlombaan yang diadakan oleh Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Propinsi Kalbar. Perlombaan tersebut
dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak terhadap lingkungan
yang semakin rusak termasuk keberadaan hutan di Kalbar yang semakin punah
padahal hutan merupakan sumber utama bagi kehidupan manusia bukan saja
manfaat dari fisik hutan tersebut melainkan juga oksigen yang dikeluarkannya
paling tidak mampu menahan arus pemanasan global dan berfungsi sangat
penting bagi setiap nafas manusia.
Hutan heterogen yang ada di Kalbar sudah merupakan pemberian Tuhan yang
sangat berarti bukan saja bagi orang Dayak di pedalaman melainkan juga bagi
seluruh manusia yang berada di wilayah ini bahkan di seluruh dunia. Mungkin
masih terngiang di telinga bahwa Kalimantan merupakan jantung dunia atau
paru-paru dunia yang sering disebut dengan istilah Heart of Borneo namun
kini sudah hancur dan perlahan-lahan akan musnah.
Keberadaan ajang lomba pemilihan Duta Lingkungan Hidup se-Kalimantan telah
beberapa kali digelar namun sampai kini belum dicapai hasil yang maksimal
dari tindak lanjut kemenangan para kandidat yang berkompetisi di ajang
pemilihan tersebut. Apakah ajang tersebut hanya sebagai simbol belaka atau
ada manfaat lain dibalik itu? Namun sampai kini belum jelas tugas dan fungsi
para pemenang lomba Duta Lingkungan Hidup tersebut. Apa dan ke mana mereka
harus berbuat, semua masih belum jelas dan seakan-akan lomba tersebut hanya
sebagai sebuah ajang kesenangan saja.
Sangat disayangkan seharusnya mereka mengemban tugas untuk mengampanyekan
anti perusakan hutan oleh perusahaan perkebunan dan sebagainya sehingga
jelas manfaat dari kemenangan para Duta Lingkungan tersebut bagi keberadaan
hutan dan masyarakat di Kalbar khususnya. Mungkin juga perlu kiranya Duta
Lingkungan melalui Bapedalda terjun mengampanyekan penanaman hutan atau
reboisasi di atas tanah-tanah yang tandus dengan peran serta masyarakat,
jadi Duta Lingkungan bukan hanya sebagai ajang kreasi kaum muda-mudi belaka
tetapi justru lebih dari itu dapat berbuat sesungguhnya untuk pelestarian
lingkungan.
“Peran Duta Lingkungan Hidup Kalbar 2007 sangat dituntut untuk aktif dan
terlibat secara langsung dalam upaya penyelamatan dan perbaikan fungsi
lingkungan hidup yang lebih baik,” ujar Kepala Bapedalda Kalimantan Barat,
Ir. Tri Budiarto di Hotel Kapuas Palace beberapa waktu lalu. Ia berharap
keberadaan Duta Lingkungan tersebut bukan sekadar ajang lomba tetapi juga
bagaimana duta terpilih dapat membuktikan kemampuannya bekerja sebagaimana
yang telah diarahkan.
Masih banyak kekurangan memang dalam pemilihan tersebut karena ajang
tersebut hanya menampilkan kemampuan penampilan baik intelektual dan juga
logika bahkan sikap namun yang kurang diperhatikan dan dilakukan adalah aksi
nyata di lapangan oleh para duta terpilih. Mungkin perlu diperhatikan oleh
Bapedalda ke depan bagaimana para duta terpilih dapat mengajak peran serta
semua pihak dalam proses-proses pelestarian lingkungan bukan sekadar simbol
dan tentunya tidak lepas dari peran pemerintah.
Inilah para pemenang Duta Lingkungan Hidup Kalbar 2007; Dina Yuspita,
berusia 24 tahun berasal dari Kabupaten Pontianak. Dina berhasil menyisihkan
lawan-lawannya dalam final yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace Pontianak
beberapa waktu lalu itu. Runner up 1 jatuh kepada Marsita Lita dari
Singkawang dan runner up 2 jatuh kepada Dian Elisabeth dari Kabupaten Melawi.
Selamat kepada para pemenang dan semoga dapat melaksanakan tugas sebagai
Duta Lingkungan yang nyata bagi masyarakat khususnya di Kalbar dan bukan
sekadar simbol.
Tony Kusmiran |
|