KR ONLINE TERBARU

04/04/2011
Perkebunan Sawit dengan Persoalannya
30/10/2009
Jubata Bera, Masyarakat Pedalaman Akan Merana
29/10/2009
PT BNM (Sinar Mas Grup) Rampas Hidup Masyarakat Silat Hulu
01/09/2009
Komnas HAM: Hentikan Aktivitas PT Ledo Lestari
11/06/2009
Dua Belas Tuntutan Aktivis Lingkungan Kalimantan Barat
20/02/2009
Mereka Meminta: Stop Perkebunan Sawit

DAFTAR ARTIKEL

Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
Tahun 2011
Jumlah tersedia: 41 artikel

« Kembali

:: KR ONLINE | JUMAT, 21 MARET 2008
Suara Rakyat untuk Sekda Sintang


Hangatnya pembicaraan dan perdebatan tentang calon Sekda menjadi topik menarik bagi kalangan masyarakat awam sampai ke elit politik di Sintang. Meski masa jabatan posisi tertinggi di kalangan PNS itu berakhir pada Agustus nanti, namun beberapa nama sudah muncul ke hadapan publik, seperti Joni Nurhaili, Murdjono, Jannah Lingga, dan Rosmiati Simanjuntak. Berdasarkan survei investigatif KR ke masyarakat, dalam mengajukan nama calon Sekda, bupati hendaknya menerima serta mendengarkan aspirasi dari masyarakat. “Kalau pemerintah mau baik dan konsep pembangunan terarah, seharusnya berdasarkan dari bawah (bottoms up). Kalau masyarakat menghendaki calon Sekda yang memiliki persyaratan yang cukup mengapa hal itu tidak bisa terjadi?” tutur Sekretaris Lingkaran Masyarakat Sintang (LIMAS), Antonius.

Menurut Anton, dalam mengajukan nama-nama calon Sekda harus ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, karena Sekda itu adalah pengajuan bupati kepada gubernur. ”Bupati itu merupakan pengguna (user) daripada Sekda itu,” tambahnya kembali. Kalau dipilah dari bidang tugas, pelaksana dari pemerintah yang sifatnya teknis itu berada pada Sekda. Sedangkan pelaksana pemerintah yang menyangkut aspek politik, hak tersebut berada pada tangan bupati.

Nikolanus Aris, seorang warga yang berasal dari Kecamatan Kayan Hilir menghendaki agar calon Sekda merupakan yang siap berkompetensi dalam berkompetisi secara positif. ”Bupati hendaknya mengajukan nama-nama calon kepada gubernur ialah orang-orang yang memiliki kemampuan dan prestasi baik dari tingkat nasional bahkan internasional. Nah, kalau kita lihat di Sintang, calon Sekda yang sudah memenuhi persyaratan-persyaratan dan memiliki prestasi pada tingkat tersebut sudah ada. Oleh sebab itu, calon tersebut layak diajukan bupati dan ditetapkan oleh gubernur sebagai Sekda,” pinta Niko dengan nada tegasnya.

Di samping itu, Niko menegaskan agar calon Sekda bukan merupakan hasil daripada lobi politik. ”Bupati harus dan wajib mengumumkan nama-nama calon kepada publik supaya masyarakat bisa menilai siapa calon yang dianggap layak menduduki jajaran tertinggi di PNS tersebut,” bebernya. Hal senada juga diungkap oleh Tugiman warga yang berasal dari Kecamatan Sungai Tebelian. ”Harapan saya sebagai masyarakat biasa yang tidak mengerti tentang hal itu, untuk mengajukan nama calon Sekda nanti bupati wajib mempertimbangkan kemampuan dan prestasi yang diraih oleh si calon itu serta mendapat dukungan dari masyarakat secara umum,” komentar Tugiman saat dijumpai KR di Terminal Sungai Durian Sintang.

Di lain pihak, warga menghendaki agar bupati mengajukan nama-nama calon selain yang sudah memenuhi persyaratan tetapi dilihat dari sudut pandang kemampuan, kepiawaian, dan tingkat senioritas. ”Kalau kita tilik dari pertimbangan-pertimbangan di atas sudah dapat dikatakan orang tersebut layak menduduki kursi Sekda,” tutur Abdulah, lelaki yang berasal dari Kecamatan Sintang.

Pada kesempatan yang lain, beberapa PNS berpendapat bahwa kebijakan untuk mengusulkan nama-nama calon Sekda adalah hak bupati, namun bukan berarti mengabaikan masukan-masukan dari publik. ”Sebagaimana kita ketahui bersama, Sekda bukan jabatan politis melainkan jabatan karier. Maka dari itu bupati harus betul-betul bijak dan siap mendengarkan sumbangsih pemikiran dari berbagai kalangan, termasuk PNS itu sendiri. Pada kesempatan ini, saya memberikan masukan kepada bupati agar memilih dan mengusulkan calon Sekda dari figur yang memiliki kemampuan dan sudah terbukti dapat menjalankan tugas dan fungsi sesuai bidang kerjanya,” papar seorang guru SD yang meminta agar identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, dia selaku seorang pengajar sudah mendapatkan perubahan yang lebih baik dari lembaganya, hanya saja dia tidak tahu siapa kandidat yang akan diusungkan oleh bupati. Banyak yang berharap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang menduduki jabatan tersebut. Menurut mereka, Drs. Alexius Akim, MM, layak menjadi Sekda Sintang.

Melihat dari pendapat serta kriteria yang diharapkan oleh kalangan masyarakat, bupati harus bijak di dalam mengajukan nama-nama calon Sekda nanti. Tidak menutup kemungkinan akan tampil nama baru yang belum terpublikasi tetapi memenuhi kehendak masyarakat, termasuk prestasi, kepiawaian, dan persyaratan. Siapakah yang menduduki jabatan tertinggi di jajaran PNS tersebut? Jawabannya ada pada bupati sebagai pengguna yang memiliki hak untuk mengusulkan nama-nama calon Sekda.

Victorius